MAKALAH KONTRASEPSI SUNTIKAN
KOMBINASI
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini
dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya.
Kami sangat berharap
makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan. Kami
juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan
jauh dari kata sempurna.
Semoga makalah sederhana
ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah
disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya.
Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di
masa depan.
Pekanbaru,
23 Agustus 2019
Kelompok
8
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR......................................................................................................
DAFTAR
ISI ....................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang……………………………………………………….………………….
B. Rumusan
Masalah………………………………………………….……………………
C. Tujuan…………………………………………………………….……………………..
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian
Suntikan Kombinasi……………………………………………….…………
B. Cara
Kerja Suntikan Kombinasi……………………………………………….………...
C. Keuntungan
dan Kerugian Suntikan Kombinasi.…………………….………………….
D.
Waktu Mulainya Penggunaan Suntikan Kombinasi.…………………….………………
E. Efek
Samping dan Penanganan Suntikan Kombinasi.…………………………………..
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan……………………………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Kontrasepsi
adalah alat untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan intim. Alat ini atau
cara ini sifat tidak permanen dan memungkinkan pasangan untuk mendapatkan anak
apabila diinginkan. Ada berbagai macam jenis alat Kontrasepsi yang tersedia di
pasaran yang dapat dibeli dengan bebas. Salah satu metode yang digunakan dalam
program Keluarga Berencana (KB) adalah metode kontrasepsi suntik. Metode KB
suntik telah menjadi bagian dari gerakan keluarga berencana nasional serta
peminatnya makin bertambah. Tingginya minat pemakai KB suntik dikarenakan
penggunaannya aman, sederhana, efektif (Manuaba, 1998).
Kontrasepsi
suntik yang pertama ditemukan pada awal tahun 1950-an adalah kontrasepsi suntik
progestin, yang pada mulanya digunakan untuk pengobatan endometriosis dan
kanker endometrium (carcinoma endometri). Ada beberapa preparat progestin yang
pernah dicoba sebagai bahan kontrasepsi, tetapi pada saat ini hanya dua jenis
suntikan progestin yang banyak dipakai yakni depo medroksiprogesteron asetat
(DMPA) dan noretisteron enantat (NET-EN).
Kontrasepsi
suntik menimbulkan efek samping yang sering dikeluhkan para akseptor KB suntik
yaitu berupa peningkatan berat badan. Hal ini disebabkan oleh efek progestin
bukan karena adanya retensi cairan. Menurut para ahli, kontrasepsi suntik
merangsang pusat pengendali nafsu makan di hipotalamus sehingga menyebabkan
akseptor makan lebih banyak dari biasanya sehingga menyebabkan para akseptor KB
suntik mengalami obesitas (Hartanto, 2004).
B. Rumusan masalah
1. Apa pengertian suntikan kombinasi?
2. Bagaimana cara kerja suntikan kombinasi ?
3. Apa saja keuntungan dan kerugian suntikan kombinasi ?
4. Kapan mulai menggunakan suntikan kombinasi ?
5. Bagaimana efek samping dan penanganan suntikan kombinasi ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui tentang suntikan kombinasi
2. Untuk mengetahui cara kerja suntikan kombinasi
3. Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian suntikan kombinasi
4. Untuk mengetahui kapan menggunakan suntikan kombinasi
5. Untuk mengetahui efek samping dan penanganan suntikan kombinasi
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Suntikan Kombinasi
Kontrasepsi berasal dari dua kata,
yaitu kontra dan konsepsi yang disatukan menjadi kontrasepsi yaitu upaya untuk
mencegah terjadinya kehamilan. Upaya itu dapat bersifat sementara, dapat pula
bersifat permanen (Suryani, 2011).
Kontrasepsi suntik merupakan metode
kontrasepsi yang diberikan melalui suntikan dan merupakan metode kontrasepsi
efektif yaitu metode yang dalam penggunaannya mempunyai efektifitas atau tingkat
kelangsungan pemakaian relatif lebih tinggi serta angka kegagalan relatif lebih
rendah bila dibandingkan dengan alat kontrasepsi sederhana (Suparyanto, 2010).
Jenis
suntikan kombinasi adalah 25mg Depo Medroksiprogesteron Asetat dan 5 mg
Estradiol Sipionat yang diberikan injeksi I.M. sebulan sekali, dan 50mg
Noretindron Enantat dan 5 mg Estradiol Valerat yang diberikan injeksi I.M.
sebulan sekali (Saifuddin,2006).
B.
Cara
Kerja
a. Mengusahakan agar
tidak terjadi konsepsi dengan cara menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel
telur oleh indung telur) melalui penekanan hormon LH dan FSH. Pencegahan
ovulasi disebabkan karena gangguan pada sekresi hormon LH oleh kelenjar
hypofisis, sehingga tidak terjadi dipuncak mid-siklus (pada kedaan normal
terjadi puncak sekresi LH pada pertengahan siklus dan ini menyebabkan pelepasan
ovum dari folikelnya)
b. Melumpuhkan sperma dengan
mempertebal/mengentalkan lendir mukosa servikal (leher rahim)
Progestin
mencegah penipisan lendir serviks pada pertengahan siklus sehingga lendir
serviks tetap kental dan sedikit, yang tidak memungkinkan penetrasi
spermatozoa. Atau bila terjadi penetrasi spermatozoa, pergerakannya sangat
lambat sehingga hanya sedikit atau tidak ada
spermatozoa yang mancapai cavum uteri.
c. Menghalangi pertemuan
sel telur dengan sperma dengan membuat dinding rongga rahim tidak siap menerima
hasil pembuahan, mengganggu pergerakan silia saluran tuba. Progestin mengganggu
berkembangnya siklus endometrium, sehingga endometrium berada dalam fase yang
salah atau menunjukan sifat-sifat ireguler atau atrofis, sehingga endometrium
tidak dapat menerima ovum yang sudah dibuahi.
C.
Keuntungan
dan Kerugian Suntikan Kombinasi
v Keuntungan
a.
Tidak
mengganggu proses sanggama
Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri. Suntikan Kb
tidak perlu diberikan setiap hari atau ketika akan bersenggama.
b.
Tidak
perlu periksa dalam
Diberikan melalui suntikan IM di bokong, sehingga tidak
perlu dilakukan periksa dalam. Kecuali pada pemasangan AKDR.
c.
Efek
samping minimal.
Efek samping yang sering terjadi adalah gangguan siklus haid
(aminorhea, spotting, perdarahan) dan mual.
d. Klien tidak perlu menyimpan obat
e.
Tidak
tergantung kebiasaan lupa minum obat
f.
Mengurangi
jumlah perdarahan
Ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron
menyebabkan endometrium terus terbentuk. Ketika terjadi proses peluruhan,
prdarahan menjadi semakin banyak. Progestin dapat mencegah pembentukan
endometrium sehingga perdarahan berkurang.
g.
Mencegah
anemia
Salah satu efek kontrasepsi adalah aminorhea, sehingga tidak
ada darah yang keluar. Dengan demikian, kecil kemungkinan terjadi anemia.
h.
Mencegah
kehamilan ektopik
Salah satu cara kerja kontrasepsi ini adalah mengentalkan
lendir sehingga dapat melumpuhkan sperma, dengan demikian akan semakin sulit
untuk terjadi konsepsi diluar rahim.
v Kerugian
a.
Penyuntikan
lebih sering dan biaya keseluruhan lebih tinggi
Klien
harus datang tiap bulan untuk mendapat suntikan, sehingga harus mengeluarkan
biaya tiap bulannya.
b.
Lapisan
dari lendir rahim menjadi tipis sehingga terjadi perubahan pola haid, seperti
tidak teratur, spotting
c.
Pada
awal penggunaan sering timbul mual, pusing, tegang dan nyeri payudara dan akan
hilang setelah suntikan kedua atau ketiga. Hal ini merupakan hal yang
fisiologis dan dapat hilang dengan sendirinya.
d.
Efektivitas
berkurang bila berinteraksi dengan anti konvulsif (fenitoin, barbiturat) dan
tuberkulostatik (rifampisin)
e.
Kadang-kadang timbul komplikasi serius
(stroke, serangan jantung, thrombosis paru). Perubahan dalam metabolisme lemak
(terutama penurunan HDL-kolesterol), dapat merusak endotel pembuluh darah
sehingga dapat menambah besar resiko timbulnya penyakit kardiovaskuler.
f.
Kesuburan
tak segera pulih walaupun penggunaannya telah dihentikan. Lama masa tidak subur
tergantung pada kecepatan metabolisme. Biasanya kesuburan akan segera pulih
dalam waktu 2-3 minggu.
g.
Tidak
menjamin perlindungan terhadap penularan penyakit menular seksual atau infeksi
HIV. Kontrasepsi suntik tidak memiliki perlindungan ganda seperti kondom,
diafragma dan spermisida sehingga tidak melindungi diri dari PMS/AIDS.
h.
Permasalahan
berat badan merupakan efek samping tersering. Progesteron juga merangsang pusat
pengendali napsu makan di hipotalamus, menyebabkan akseptor makan lebih banyak
dari biasanya.
D.
Waktu
Mulai Menggunakan Suntikan Kombinasi
·
Suntikan
pertama diberikan dalam waktu 7 hari siklus haid, tidak diperlukan kontrasepsi
tambahan.
·
Bila
suntikan pertama diberikan setelah hari ke 7 siklus haid, klien tidak boleh
melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan kontrasepsi lain
untuk 7 hari.
·
Bila
klien tidak haid maka pastikan tidak hamil, suntikan pertama dapat diberikan
setiap saat. Klien tidak boleh melakukan hubungan seksual untuk 7 hari lamanya
atau gunakan kontrasepsi lain.
·
Pasca
bersalin 6 bulan, menyusui dan belum haid maka harus dipastikan tidak hamil dan
suntikan dapat diberikan.
·
Pasca
bersalin < 6 bulan, menyusui serta telah mendapatkan haid, maka suntikan
pertama diberikan pada siklus haid hari 1 dan 7.
·
Pasca
persalinan < 6 bulan dan menyusui,
jangan diberikan suntikan kombinasi.
·
Pasca
persalinan 3 minggu dan tidak menyusui,
suntikan kombinasi dapat diberikan.
·
Pasca
keguguran suntikan kombinasi dapat segera di berikan waktu 7 hari.
Cara
Penggunaan
·
Suntikan
diberikan di Intra muscular, setiap bulan
·
Suntikan
Diulang tiap 4 minggu
·
Suntikan
ulang dapat diberika 7 hari lebih awal dengan kemungkinan terjadi gangguan
perdarahan
·
Jika
suntikan diberikan setelah hari ke 7 ètidak dianjurkan hubungan 7 hari kemudian
atau gunakan kontrasepsi lain (Saifuddin,2006).
Perlu
Perhatian Khusus
·
Tekanan
darah tinggi <180/110 mmHg dapat diberikan, tetapi perlu pengawasan
·
Kencing
Manis (DM) dapat diberikan jika tidak ada komplikasi dan terjadi < 20 tahun
·
Migrain,
jika tidak ada kelainan neurologik dapat diberikan
·
Menggunakan
rifampisin / obat epilepsy, pilih dosisi ethinil estradiol 50 ug atau pilih
kontrasepsi lain
·
Anemi
bulan sabit (sickle cell), sebaiknya jangan menggunakan suntikan kombinasi
(Saifuddin,2006).
E.
Efek
Samping dan Penanganannya
ü Amenorea.
Singkirkan kehamilan,
jika hamil lakukan konseling, bila tidak hamil, sampaikan bahwa darah tidak
terkumpul di Rahim.
ü Mual / Pusing / Muntah.
Pastikan tidak hamil, informasikan hal tersebut bisa
terjadi, jika hamil lakukan konseling / rujuk.
ü Spotting.
Jelaskan bahwa merupakan hal biasa tapi juga bisa berlanjut,
jika berlanjut maka anjurkan ganti cara.
Intruksi
Untuk Klien
ü Harus kembali untuk suntik ulang
setiap 4 minggu.
ü Tidak haid lebih dari 2 bulan maka
pastikan tidak hamil.
ü Menyampaikan ESO yaitu: mual, sakit
kepala, nyeri ringan payudara dan spotting sering ditemukan pada 2-3 kali
suntikan pertama.
Apabila
klien sedang menggunakan obat-obat tuberculosis atau obat epilepsi obat-obat
tersebut dapat mengganggu efektivitas kontrasepsi yang sedang digunakan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kontrasepsi suntik merupakan metode
kontrasepsi yang diberikan melalui suntikan dan merupakan metode kontrasepsi
efektif yaitu metode yang dalam penggunaannya mempunyai efektifitas atau
tingkat kelangsungan pemakaian relatif lebih tinggi serta angka kegagalan
relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan alat kontrasepsi sederhana
(Suparyanto, 2010).
Jenis
suntikan kombinasi adalah 25mg Depo Medroksiprogesteron Asetat dan 5 mg
Estradiol Sipionat yang diberikan injeksi I.M. sebulan sekali, dan 50mg
Noretindron Enantat dan 5 mg Estradiol Valerat yang diberikan injeksi I.M.
sebulan sekali (Saifuddin,2006).
DAFTAR PUSTAKA
Saifuddin, A.B., 2006, Buku panduan
Praktis pelayanan Kontrasepsi, Pk-54-PK58, Yayasan Bina Pustaka sarwono
Prawirohardjo, Jakarta
http://eprints.ums.ac.id/14907/3/BAB_1.pdf






