BIOLOGI REPRODUKSI & MIKROBIOLOGI

Sabtu, 17 Oktober 2020

MAKALAH KONTRASEPSI SUNTIKAN KOMBINASI

 

Top of Form


Bottom of Form

MAKALAH KONTRASEPSI SUNTIKAN KOMBINASI

 

KATA PENGANTAR

 

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya.

       Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna.

       Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.


                                                                                                Pekanbaru, 23 Agustus 2019

 

Kelompok 8

 


DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR...................................................................................................... 

DAFTAR ISI .................................................................................................................... 

 

BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang……………………………………………………….………………….

B.     Rumusan Masalah………………………………………………….……………………

C.     Tujuan…………………………………………………………….……………………..

 

BAB II PEMBAHASAN

A.    Pengertian Suntikan Kombinasi……………………………………………….…………

B.    Cara Kerja Suntikan Kombinasi……………………………………………….………...

C.    Keuntungan dan Kerugian Suntikan Kombinasi.…………………….………………….

D.    Waktu Mulainya Penggunaan Suntikan Kombinasi.…………………….………………

E.     Efek Samping dan Penanganan Suntikan Kombinasi.…………………………………..

 

BAB III PENUTUP

A.    Kesimpulan……………………………………………………………………………….

 

DAFTAR PUSTAKA

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Kontrasepsi adalah alat untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan intim. Alat ini atau cara ini sifat tidak permanen dan memungkinkan pasangan untuk mendapatkan anak apabila diinginkan. Ada berbagai macam jenis alat Kontrasepsi yang tersedia di pasaran yang dapat dibeli dengan bebas. Salah satu metode yang digunakan dalam program Keluarga Berencana (KB) adalah metode kontrasepsi suntik. Metode KB suntik telah menjadi bagian dari gerakan keluarga berencana nasional serta peminatnya makin bertambah. Tingginya minat pemakai KB suntik dikarenakan penggunaannya aman, sederhana, efektif (Manuaba, 1998).

Kontrasepsi suntik yang pertama ditemukan pada awal tahun 1950-an adalah kontrasepsi suntik progestin, yang pada mulanya digunakan untuk pengobatan endometriosis dan kanker endometrium (carcinoma endometri). Ada beberapa preparat progestin yang pernah dicoba sebagai bahan kontrasepsi, tetapi pada saat ini hanya dua jenis suntikan progestin yang banyak dipakai yakni depo medroksiprogesteron asetat (DMPA) dan noretisteron enantat (NET-EN).

Kontrasepsi suntik menimbulkan efek samping yang sering dikeluhkan para akseptor KB suntik yaitu berupa peningkatan berat badan. Hal ini disebabkan oleh efek progestin bukan karena adanya retensi cairan. Menurut para ahli, kontrasepsi suntik merangsang pusat pengendali nafsu makan di hipotalamus sehingga menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari biasanya sehingga menyebabkan para akseptor KB suntik mengalami obesitas (Hartanto, 2004).

 

B.  Rumusan masalah

1. Apa pengertian suntikan kombinasi?

2. Bagaimana cara kerja suntikan kombinasi ?

3. Apa saja keuntungan dan kerugian suntikan kombinasi ?

4. Kapan mulai menggunakan suntikan kombinasi ?

5. Bagaimana efek samping dan penanganan suntikan kombinasi ?

 

C.  Tujuan 

1. Untuk mengetahui tentang suntikan kombinasi  

2. Untuk mengetahui cara kerja suntikan kombinasi

3. Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian suntikan kombinasi

4. Untuk mengetahui kapan menggunakan suntikan kombinasi

5. Untuk mengetahui efek samping dan penanganan suntikan kombinasi

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

A.        Pengertian Suntikan Kombinasi

Kontrasepsi berasal dari dua kata, yaitu kontra dan konsepsi yang disatukan menjadi kontrasepsi yaitu upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Upaya itu dapat bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen (Suryani, 2011).

Kontrasepsi suntik merupakan metode kontrasepsi yang diberikan melalui suntikan dan merupakan metode kontrasepsi efektif yaitu metode yang dalam penggunaannya mempunyai efektifitas atau tingkat kelangsungan pemakaian relatif lebih tinggi serta angka kegagalan relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan alat kontrasepsi sederhana (Suparyanto, 2010).

Jenis suntikan kombinasi adalah 25mg Depo Medroksiprogesteron Asetat dan 5 mg Estradiol Sipionat yang diberikan injeksi I.M. sebulan sekali, dan  50mg Noretindron Enantat dan 5 mg Estradiol Valerat yang diberikan injeksi I.M. sebulan sekali (Saifuddin,2006).

 

B.         Cara Kerja

a.       Mengusahakan agar tidak terjadi konsepsi dengan cara menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur) melalui penekanan hormon LH dan FSH. Pencegahan ovulasi disebabkan karena gangguan pada sekresi hormon LH oleh kelenjar hypofisis, sehingga tidak terjadi dipuncak mid-siklus (pada kedaan normal terjadi puncak sekresi LH pada pertengahan siklus dan ini menyebabkan pelepasan ovum dari folikelnya)

b.      Melumpuhkan sperma dengan mempertebal/mengentalkan lendir mukosa servikal (leher rahim)

Progestin mencegah penipisan lendir serviks pada pertengahan siklus sehingga lendir serviks tetap kental dan sedikit, yang tidak memungkinkan penetrasi spermatozoa. Atau bila terjadi penetrasi spermatozoa, pergerakannya sangat lambat sehingga hanya sedikit atau tidak ada  spermatozoa yang mancapai cavum uteri.

c.       Menghalangi pertemuan sel telur dengan sperma dengan membuat dinding rongga rahim tidak siap menerima hasil pembuahan, mengganggu pergerakan silia saluran tuba. Progestin mengganggu berkembangnya siklus endometrium, sehingga endometrium berada dalam fase yang salah atau menunjukan sifat-sifat ireguler atau atrofis, sehingga endometrium tidak dapat menerima ovum yang sudah dibuahi.

 

C.        Keuntungan dan Kerugian Suntikan Kombinasi

 

v  Keuntungan

a.        Tidak mengganggu proses sanggama

Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri. Suntikan Kb tidak perlu diberikan setiap hari atau ketika akan bersenggama.

b.        Tidak perlu periksa dalam

Diberikan melalui suntikan IM di bokong, sehingga tidak perlu dilakukan periksa dalam. Kecuali pada pemasangan AKDR.

c.        Efek samping minimal.

Efek samping yang sering terjadi adalah gangguan siklus haid (aminorhea, spotting, perdarahan) dan mual.

d.       Klien tidak perlu menyimpan obat

e.        Tidak tergantung kebiasaan lupa minum obat

f.         Mengurangi jumlah perdarahan         

Ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron menyebabkan endometrium terus terbentuk. Ketika terjadi proses peluruhan, prdarahan menjadi semakin banyak. Progestin dapat mencegah pembentukan endometrium sehingga perdarahan berkurang.

g.        Mencegah anemia

Salah satu efek kontrasepsi adalah aminorhea, sehingga tidak ada darah yang keluar. Dengan demikian, kecil kemungkinan terjadi anemia.

h.        Mencegah kehamilan ektopik

Salah satu cara kerja kontrasepsi ini adalah mengentalkan lendir sehingga dapat melumpuhkan sperma, dengan demikian akan semakin sulit untuk terjadi konsepsi diluar rahim.

v  Kerugian

a.          Penyuntikan lebih sering dan biaya keseluruhan lebih tinggi

Klien harus datang tiap bulan untuk mendapat suntikan, sehingga harus mengeluarkan biaya tiap bulannya.

b.         Lapisan dari lendir rahim menjadi tipis sehingga terjadi perubahan pola haid, seperti tidak teratur, spotting

c.          Pada awal penggunaan sering timbul mual, pusing, tegang dan nyeri payudara dan akan hilang setelah suntikan kedua atau ketiga. Hal ini merupakan hal yang fisiologis dan dapat hilang dengan sendirinya.

d.         Efektivitas berkurang bila berinteraksi dengan anti konvulsif (fenitoin, barbiturat) dan tuberkulostatik (rifampisin)

e.           Kadang-kadang timbul komplikasi serius (stroke, serangan jantung, thrombosis paru). Perubahan dalam metabolisme lemak (terutama penurunan HDL-kolesterol), dapat merusak endotel pembuluh darah sehingga dapat menambah besar resiko timbulnya penyakit kardiovaskuler.

f.          Kesuburan tak segera pulih walaupun penggunaannya telah dihentikan. Lama masa tidak subur tergantung pada kecepatan metabolisme. Biasanya kesuburan akan segera pulih dalam waktu 2-3 minggu.

g.         Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan penyakit menular seksual atau infeksi HIV. Kontrasepsi suntik tidak memiliki perlindungan ganda seperti kondom, diafragma dan spermisida sehingga tidak melindungi diri dari PMS/AIDS.

h.         Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering. Progesteron juga merangsang pusat pengendali napsu makan di hipotalamus, menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari biasanya.

 

D.        Waktu Mulai Menggunakan Suntikan Kombinasi

 

·         Suntikan pertama diberikan dalam waktu 7 hari siklus haid, tidak diperlukan kontrasepsi tambahan.

·         Bila suntikan pertama diberikan setelah hari ke 7 siklus haid, klien tidak boleh melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan kontrasepsi lain untuk 7 hari.

·         Bila klien tidak haid maka pastikan tidak hamil, suntikan pertama dapat diberikan setiap saat. Klien tidak boleh melakukan hubungan seksual untuk 7 hari lamanya atau gunakan kontrasepsi lain.

·         Pasca bersalin 6 bulan, menyusui dan belum haid maka harus dipastikan tidak hamil dan suntikan dapat diberikan.

·         Pasca bersalin < 6 bulan, menyusui serta telah mendapatkan haid, maka suntikan pertama diberikan  pada siklus haid hari 1 dan 7.

·         Pasca persalinan < 6 bulan dan menyusui,  jangan diberikan suntikan kombinasi.

·         Pasca persalinan 3 minggu dan tidak menyusui, suntikan kombinasi dapat diberikan.

·         Pasca keguguran suntikan kombinasi dapat segera di berikan waktu 7 hari.

Cara Penggunaan

·         Suntikan diberikan di Intra muscular, setiap bulan

·         Suntikan Diulang tiap 4 minggu

·         Suntikan ulang dapat diberika 7 hari lebih awal dengan kemungkinan terjadi gangguan perdarahan

·         Jika suntikan diberikan setelah hari ke 7 ètidak dianjurkan hubungan 7 hari kemudian atau gunakan kontrasepsi lain (Saifuddin,2006).

Perlu Perhatian Khusus

·         Tekanan darah tinggi <180/110 mmHg dapat diberikan, tetapi perlu pengawasan

·         Kencing Manis (DM) dapat diberikan jika tidak ada komplikasi dan terjadi < 20 tahun

·         Migrain, jika tidak ada kelainan neurologik dapat diberikan

·         Menggunakan rifampisin / obat epilepsy, pilih dosisi ethinil estradiol 50 ug atau pilih kontrasepsi lain

·         Anemi bulan sabit (sickle cell), sebaiknya jangan menggunakan suntikan kombinasi (Saifuddin,2006).

 

E.         Efek Samping dan Penanganannya

ü  Amenorea.

Singkirkan kehamilan, jika hamil lakukan konseling, bila tidak hamil, sampaikan bahwa darah tidak terkumpul di Rahim.

ü  Mual / Pusing / Muntah.

Pastikan tidak hamil, informasikan hal tersebut bisa terjadi, jika hamil lakukan konseling / rujuk.

ü  Spotting.

Jelaskan bahwa merupakan hal biasa tapi juga bisa berlanjut, jika berlanjut maka anjurkan ganti cara.

Intruksi Untuk Klien

ü  Harus kembali untuk suntik ulang setiap 4 minggu.

ü  Tidak haid lebih dari 2 bulan maka pastikan tidak hamil.

ü  Menyampaikan ESO yaitu: mual, sakit kepala, nyeri ringan payudara dan spotting sering ditemukan pada 2-3 kali suntikan pertama.

Apabila klien sedang menggunakan obat-obat tuberculosis atau obat epilepsi obat-obat tersebut dapat mengganggu efektivitas kontrasepsi yang sedang digunakan.

BAB III

PENUTUP

 

A.          Kesimpulan

 

     Kontrasepsi suntik merupakan metode kontrasepsi yang diberikan melalui suntikan dan merupakan metode kontrasepsi efektif yaitu metode yang dalam penggunaannya mempunyai efektifitas atau tingkat kelangsungan pemakaian relatif lebih tinggi serta angka kegagalan relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan alat kontrasepsi sederhana (Suparyanto, 2010).

Jenis suntikan kombinasi adalah 25mg Depo Medroksiprogesteron Asetat dan 5 mg Estradiol Sipionat yang diberikan injeksi I.M. sebulan sekali, dan  50mg Noretindron Enantat dan 5 mg Estradiol Valerat yang diberikan injeksi I.M. sebulan sekali (Saifuddin,2006).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Saifuddin, A.B., 2006, Buku panduan Praktis pelayanan Kontrasepsi, Pk-54-PK58, Yayasan Bina Pustaka sarwono Prawirohardjo, Jakarta

http://eprints.ums.ac.id/14907/3/BAB_1.pdf

 

0 komentar:

Posting Komentar