BIOLOGI REPRODUKSI & MIKROBIOLOGI

Kamis, 02 Februari 2017

MASA NIFAS

Masa Nifas setelah melahirkan Normal dan Caesar

Pola perdarahan yang seharusnya keluar selama masa Nifas berlangsung

Keluarnya sekret atau cairan dari jalan lahir pada masa Nifas disebut Lochia. Lochia ini terdiri dari peluruhan dari dinding rahim setelah melahirkan, disertai darah dan bakteri. Peluruhan ini akan terus terjadi hingga terbentuk lapisan dinding rahim yang baru.
Seiring dengan proses kembalinya dinding rahim menuju normal, Lochia akan mengalami perubahan warna, konsistensi dan jumlah. Secara garis besar keluarnya lochia dibagi menjadi 4 tahap :
KOPAS AJA
1. Lochia Rubra
Pada hari-hari awal setelah melahirkan, Lochia yang keluar mengandung darah dalam jumlah banyak bercampur dengan jaringan sisa plasenta, sel dinding rahim, sel lemak janin, rambut janin (lanugo), dan kotoran janin, sehingga akan terlihat berwarna merah seperti layaknya darah menstruasi yang disertai juga gumpalan-gumpalan jaringan sisa. Dan ini biasanya akan berlangsung hingga 3 hari.
2. Lochia Sanguelenta
Pada tahapan berikutnya, jumlah sekret atau cairan yang keluar tersebut akan sedikit berkurang, berwarna merah kehitaman dan berlendir, biasanya tahapan ini akan berlangsung sekitar 1-2 minggu.
3. Lochia Serosa
Lama-kelamaan cairan yang keluar dari jalan lahir akan berubah warna menjadi kecoklatan atau merah muda, karena berisi serpihan jaringan, sel darah merah dan sel darah putih, serta sisa lendir mulut rahim. Selain itu jumlahnya juga akan semakin berkurang. Dan biasanya tahapan ini berlangsung pada 2 minggu hingga 1 bulan setelah melahirkan.
4. Lochia Alba
Pada saat ini, keluarnya cairan dari jalan lahir berwarna putih atau putih kekuningan atau warna kekuningan lalu bening. Karena Lochia pada tahapan ini berisi sedikit sel darah merah dan banyak sel darah putih, serpihan jaringan pelapis dinding rahim, kolesterol, lemak dan lendir.
Tahap ini biasanya terjadi mulai minggu ketiga hingga keenam setelah melahirkan. Lokia alba merupakan darah Nifas yang terakhir keluar, dan sebagai penanda hampir berakhirnya masa Nifas.

Mengapa masa Nifas lama tidak berhenti?

Berdasarkan hasil riset, 13% wanita yang melahirkan mengalami masa Nifas yang lebih panjang, yaitu hingga 60 hari. Sehingga bila ada wanita yang mengalami masa Nifas tidak berhenti hingga 2 bulan sejak ia melahirkan, maka itu masih bisa dikatakan normal.
Lalu bagaimana bila masa Nifas tersebut terjadi lebih dari 60 hari? Bila masa nifas terjadi lebih dari 60 hari bahkan hingga 3 bulan belum juga berhenti, sebaiknya diperiksakan lebih lanjut ke Dokter Kandungan. Karena kemungkinan besar itu bukan lagi darah Nifas, melainkan darah penyakit atau pendarahan aktif yang terjadi, akibat:
  • Adanya luka pada jalan lahir atau struktur kandungan saat proses persalinan.
  • Tertinggalnya sisa jaringan dalam rahim.
  • Kontraksi rahim kurang baik, biasanya karena ibu mengalami Anemia.
  • Terjadi Infeksi.
  • Gangguan pembekuan darah.
Untuk itu, kenali pola pendarahan yang terjadi. Normalnya telah Luvizhea.com jelaskan pada 4 tahap Lochia diatas. Atau, singkatnya, pola perdarahan yang seharusnya terjadi berupa darah merah (sisa-kehitaman), lalu diikuti flek hingga memudar dan menghilang. Apabila tidak mengikuti pola demikian (semakin kesini darah yang keluar tetap darah segar) kemungkinannya adalah perdarahan aktif masih terjadi, dan harus segera diperiksakan untuk mendapatkan penaganan yang tepat. Mungkin diperlukan pemeriksan darah, spekulum dan USG untuk menunjang diagnosis.
Dan kondisi ini sebaiknya jangan dibiarkan, karena bisa menyebabkan pengeluaran darah secara terus menerus selama penyebabnya belum ditemukan, selain itu hal ini bisa berakibat fatal karena ibu bisa kehilangan banyak darah.

 

0 komentar:

Posting Komentar