ANATOMI TENTANG KELENJAR PARATIROID
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah tentang
“Kelenjar Paratiroid” ini dapat
tersusun hingga selesai. Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah
pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat
memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran
dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan
BAB
II PEMBAHASAN
2.1. Kelenjar Paratiroid
2.2. Mekanisme Kelenjar
Tiroid
2.3. Hormon Pada Kelenjar Paratiroid
2.4. Efek Hormon Paratiroid
2.5. Gangguan Fungsi Kelenjar
Paratiroid
BAB
III PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
3.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Normalnya empat buah kelenjar paratiroid
pada manusia, yang terletak tepat dibelakang kelenjar tiroid, dua tertanam di
kutub superior kelenjar tiroid dan dua di kutub inferiornya. Namun, letak
masing-masing paratiroid dan jumlahnya dapat cukup bervariasi, jaringan paratiroid
kadang-kadang ditemukan di mediastinum.
Setiap
kelenjar paratiroid panjangnya kira-kira 6 milimeter, lebar 3 milimeter, dan
tebalnya dua millimeter dan memiliki gambaran makroskopik lemak coklat
kehitaman. Kelenjar paratiroid orang dewasa terutama terutama mengandung sel
utama (chief cell) yang mengandung apparatus Golgi yang mencolok plus retikulum
endoplasma dan granula sekretorik yang mensintesis dan mensekresi hormon
paratiroid (PTH).
Sel
oksifil yang lebih sedikit namun lebih besar mengandung granula oksifil dan
sejumlah besar mitokondria dalam sitoplasmanya pada manusia, sebelum pubertas
hanya sedikit dijumpai, dan setelah itu jumlah sel ini meningkat seiring usia,
tetapi pada sebagian besar binatang dan manusia muda, sel oksifil ini tidak ditemukan.
Fungsi sel oksifil masih belum jelas, sel-sel ini mungkin merupakan modifikasi
atau sisa sel utama yang tidak lagi mensekresi sejumlah hormon.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
mekanisme kerja kelenjar paratiroid?
2. Apa
dan bagaiman fungsi hormon yang dihasilkan kelenjar paratiroid?
3. Apa
saja efek hormon paratiroid?
4. Apa
yang terjadi jika kelenjar paratiroid tidak berfungsi normal?
1.3 Tujuan
1.
Untuk mengetahui dan memahami mekanisme
kelenjar paratiroid
2.
Untuk mengetahui dan memahami fungsi
hormon yang dihasilkan kelenjar paratiroid
3.
Untuk mengetahui efek hormon paratiroid
4.
Untuk mengetahui dan memahami jika
kelenjar paratiroid tidak berfungsi normal
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Kelenjar Paratiroid
Manusia mempunyai empat buah kelenjar
paratiroid, yang
terletak tepat dibelakang kelenjar tiroid, dua tertanam di kutub superior
kelenjar tiroid dan dua di kutub inferiornya. Namun, letak masing-masing
paratiroid dan jumlahnya dapat cukup bervariasi, jaringan paratiroid
kadang-kadang ditemukan di mediastinum. Setiap kelenjar paratiroid panjangnya
kira-kira 6 milimeter, lebar 3 milimeter, dan tebalnya dua millimeter dan
memiliki gambaran makroskopik lemak coklat kehitaman. Kelenjar paratiroid
menghasilkan hormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium dan fosfor didalam
darah dan tulang.

Fungsi kelenjar
paratiroid :
·
Memelihara kosentrasi ion kalsium yang
tetap pada plasma.
·
Mengontrol ekskresi kalsium dan fosfat
melalui ginjal, mempunyai efek terhadap reabsorbsi hormontubuler dari kalsium
dan sekresi fosfor
·
Mempercepat absorbsi kalsium di
intestinal.
·
Jika pemasukan kalsium berkurang, hormon
paratiroid menstimulasi reabsorsi tulang sehingga menambah kalsium dalam darah.
·
Dapat menstimulasi dan mentransportasi
kalsium dan fosfat melalui membran sel.
2.2 Mekanisme Kelenjar Paratiroid
Di dalam melaksanakan
kerjanya, kelenjar paratiroid diatur dan diawasi secara langsung oleh kelenjar
hipofisis. PTH adalah konsentrasi ion-ion kalsium yang terdapat didalam cairan
ekstraseluler. Produksi PTH akan meningkat apabila kadar kalsium didalam plasma
menurun. Didalam keadaan fisiologis normal, kadar kalsium dalam plasma berada
dalam
pengawasan hoemostatik dalam batas yang sangat sempit. Pengawasan ini
dipengaruhi oleh perubahan diet setiap hari dan pertukaran mineral antara tulang
dengan darah.
Kelenjar
Paratiroid mengeluarkan hormon paratiroid. Hormon paratiroid adalah suatu hormon peptida yang disekresikan
oleh kelenjar paratiroid, yaitu empat kelenjar kecil yang terletak di permukaan
belakang kelenjar tiroid Hormon Paratiroid bersama-sama dengan vitamin D dan
kalsitonin mengatur kadar kalsium dalam darah. Sintesis paratiroid hormon
dikendalikan oleh kadar kalsium plasma, yaitu dihambat sintesisnya bila kadar
kalsium tinggi dan dirangsang bila kadar kalsium rendah.
Seperti
aldosteron, hormon paratiroid esensial untuk hidup. Efek keseluruhan Hormon
paratiroid adalah meningkatkan konsentrasi kalsium dalam plasma dan mencegah
hipokalsemia. Apabila Hormon paratiroid sama sekali tidak tersedia, dalam
beberapa hari individu yang bersangkutan akan meninggal, biasanya akibat
asfiksia yang ditimbulkan oleh spasme hipokalsemik otot-otot pernapasan.
Melalui efeknya pada tulang, ginjal, dan usus hormon paratiroid meningkatkan
kadar kalsium plasma apabila kadar elektrolit ini mulai turun sehingga
hipokalsemia dan berbagai efeknya secara normal dapat dihindari. Hormon ini
juga bekerja menurunkan konsentrasi fosfat plasma.
2.3 Hormon Pada Kelenjar Paratiroid
Kelenjar
paratiroid menghasilkan hormon
paratiroid/parathormon (PTH) yang berfungsi untuk mengatur konsentrasi ion
kalsium dalam cairan ekstraseluler dengan cara mengatur : absorpsi kalsium dari
usus, ekskresi kalsium oleh ginjal, dan pelepasan kalsium dari tulang.
Hormon
Paratiroid (PTH) adalah hormon petida yang disekresikan oleh kelenjar
paratiroid yang tumbuh dari jaringan
endoderm, yaitu sulcus pharyngeus. Secara normal ada 4 buah kelenjar paratiroid
pada tubuh manusia yang terletak tepat dibelakang kelenjar tiroid. 2 tertanam
di kutub superior dan 2 ladi di kutub inferior. Setiap kelenjar paratiroid
panjagnya kira-kira 6mm, lebar 3mm, tebal 2 mm dan memiliki gambaran
makroskopik lemak coklat kehitaman. Kelenjar paratiroid orang dewasa terutama
mengandung sel utama (chif cell) yang mengandung aparatus golgi, retikulum
endoplasma dan granula sektorik yang mensintensis dan mensekresikan Hormon
paratiroid.
Hormon
paratiroid (Parathyroid hormone (PTH), parathormone atau parathyrin),
disekresikan oleh chief cells sebagai
polipeptida yang terdiri dari 84 asam aminodengan berat molekul 9500. Efek
Keseluruhan PTH adalah meningkatkan konsentrasi
plasma (dan CES keseluruhan) sehingga mencegah hipokalsemia. Jika PTH
tidak ada samasekali maka kematian timbul dalam beberapa hari, biasanya akibat
asfiksia karena spasme hipokalsemik otot-otot pernafasan. Hormon ini juga
menurunkan konsentrasi .
1. Stuktur Hormon
PTH
(1-34) mengkristal sebagai dimer heliks panjang yang sedikit menekuk. Analisis
mengungkapkan bahwa pembentukan perpanjangan heliks hPTH (1-34) kemungkinan
adalah konformasi bioaktif. Berikut adalah gambar N-terminal fragmen 1-34 dari
hormon paratiroid yang telah mengkristal dan strukturnya telah disempurnakan.
Pada
kenyataannya, karena ginjal dengan cepat mengeluarka semua hormone yang
mengandung 84 asam amino dalam beberapa menit tetapi gagal untuk mengeluarkan
banyak fragmen dalam beberapa jam, maka sebagian besar aktivitas hormonal
disebabkan oleh fragmen-fragmen ini.
2. Fungsi Hormon
Hormon
parathyroid berfungsi untuk menstabilkan konsentrasi kalsium dalam darah.
Apabila konsentrasi ion kalsium dalam cairan ekstraseluler turun sampai dibawah
normal ia akan di rangsang pengeluaranya, begitupun sebaliknya, apabila
konsentrasi ion kalsium terlalu tinggi melampaui batas normal akan terjadi
umpan balik negatif yang menghambat sekresi hormon paratiroid.
3. Sifat Kimia dan Sekresi Hormon
Proses
sintesis hormon ini dimulai dengan precursor hormon dengan jumlah asam amino 115
yang disebut sebagai proparatiroid hrmon (pre-proPTH). Pre-proPTH yang sudah
terbentuk akan masuk kedalam ribosom pada retikulum endoplasma yang
memungkinkan masuknya kedalam ruang sisterna yang akam memisahkan rangkaian
pre- sehingga akan terbentuk proPTH yang terdiri dari 90 asam amino. ProPTH
akan dikonversi menjadi hormon paratiroid yang sudah lebih aktif pada aparatus
golgi dengan memisahkan asam amino-6 terminal, sehingga akan terbentuk suatu
polipeptida dengan 84 asam amino yang kemudian akan disimpan dalam bentuk
granula sekretorik dan akan disekresikan apabila ada rangsangan.
Hormon
paratiroid dilepaskan dari kelenjar apabila terjadi penurunan ion kalsium
plasma dan bekerja pada ginjal dan tulang, dan secara tidak langsung pada usus,
Sebagai respon dari penurunan ion kalsium plasma ini, kelenjar tiroid dengan
cepat melepaskan hormon paratiroid untuk mengenbalikan kadar kalsium plasma
menjadi normal.
Kerja
paratiroid juga dipengaruhi oleh fosfat dan kalsitonin, secara tidak langsung
vitamin D juga ikut mengatur kerja hormon paratiroid. Apabila keadaan kalsium
plasma sudah kembali normal, maka akan diberikan efek umpan balik negatif
terhadap kelenjar paratiroid untuk mengurangi sekresi hormonnya.
4. Sel atau Organ Yang Dituju
Sekresi
hormon paratiroid ditujukan pada ginjal, tulang dan usus.
·
Mobilisasi kalsium dari tulang: pada
mekanisme yang tidak jelas, efek hormon paratiroid adalah menstimulasi
osteoclast terhadap readsorpsi mineral pada tulang, dan liberasi kalsium dalam
darah.
·
Pengaturan absorpsi kalsium dari usus
halus: terfasilitasinya absorpsi kalsium dari usus halus akan meningkatkan
kadar kalsium dalam darah. Hormon paratiroid menstimulasi proses ini, tetapi
secara tidak langsung melalui stimulasi produksi senyawa aktif yaitu vitamin D
dalam ginjal. Vitamin D menginduksi sintesis ikatan kalsium protein dalam sel
epitel usus halus dan memberikan fasilitas absorpsi yang efisien terhadap
kalsium kedalam darah.
·
Penekanan berkurangnya kalsium dalam
urin: Adanya stimulasi yang terus menerus kalsium kedalam darah dari tulang dan
usus halus, hormon paratiroid merusak eksresi kalsium alam urin, selanjutnya
akan menahan kalsium dalam darah. Efek ini diperantarai oleh stimulasi
reabsorpsi tubuler kalsium. Efek lain dari hormon paratiroid pada ginjal yaitu menstimulasi
ion fosfat dalam urin.
5. Mekanisme Kerja Hormon
Hormon
Paratiroid dan Hormon Tiroid-hubungan protein (PTHrP) merupakan hormon yang
mengontrol kesetimbangan kalsium dan fosfor. Dua reseptor telah diidentifikasi
bentuk ikatan hormon paratirid dengan tiroid adalah PTHrP.
Tipe
I reseptor hormon paratiroid: ikatan kedua hormon paratiroid dan gugus amino
terminal senyawa peptida PTHrP. Molekul ini adalah G protein-reseptor coupled
dengan 7 segmen transmembran. Bagian ekstraselular mempunyai 6 residu sistein.
Ikatan ligan untuk reseptor ini aktivitasnya oleh adenylyl cyclase dan sistem
phospholipase C, diturunkan oleh sinyal protein kinase A dan protein kinase c.
Jalur siklik AMP lebih dominan.
Kemungkinan
peryataan akan aksi hormon paratiroid, penandaan mRNA sebagai reseptor tipe I
dengan penyebaran yang luas dalam tulang dan ginjal. Senya mRNA juga dinyatakan
pada kadar yang rendah dalam banyak jaringan, kemungkinannya pada reseptor
untuk PTHrP.
Tipe
II reseptor hormon paratiroid: Ikatan hormon paratiroid, ditunjkan sebagai
bentuk yang sangat lambat untuk PTHrp. Molekul ini diekspresikan hanya dalam
jumlah yang kecildari jaringan-jaringan, dan bentuknya atau sifat fisiologiknya
berbeda nyata walaupun dengan karakteristik yag kecil. Seperti pada reseptor
tipe I, juga dalam bentuk ikatan dengan adenylyl cyclase dan induksi ikatan
ligan yang meningkat konsentrasi intraseluler untuk siklik AMP.
6.
Mekanisme Kerja PTH
Adapun Mekanisme Kerja
Hormon Paratiroid adalah :
PTH
meningkatkan plasma dengan menarik dari bank tulang. Sepanjang hidup PTH
menggunakan tulang sebagai “bank” untuk menarik
sesuai kebutuhan agar kadar plasma dapat dipertahankan. Hormon
paratiroid memiliki dua efek besar pada tulang yang meningkatkan
konsentrasi plasma. Pertama, hormon ini
memicu efluks cepat kedalam plasma dari
cadangan labil yang jumlahnya terbatas
dicairan tulang. Kedua, dengan rangsang disolusi tulang, hormon ini mendorong
pemindahan dan secara perlahan dari
cadangan stabil mineral tulang didalam tulang itu sendiri kedalam plasma.
Akibatnya, remodeling didalam tulang bergeser kearah reabsorpsi tulang
dibandingkan pengendapan tulang.
Efek
langsung PTH adalah mendorong pemindahan
dari cairan tulang kedalam plasma. Sebagian besar tulang tersusun membentuk
unit-unit osteon, yang masing-masing terdiri dari satu kanalis sentralisyang
dikelilingi oleh lamela yang tersusun konsentrik. Lamela adalah lapisan
osteosit yang terkubur dalamtulang yang diendapkan disekitar eskosit-eskosit
tersebut. Osteon biasanya berjalan sejajar dengan sumbu panjang tulang.
Pembuluh darah menembus tulang dari permukaan luar atau rongga sumsum dan
berjalan melalui kanalis sentralis. Osteoblas terdapat disepanjang permukaan
luar tulang dan disepanjang permukaan dalam yang melapisi kanalis sentralis.
Osteoklas juga terdapat di permukaan tulang yang sedang mengalami resorpsi.
Osteoblas permukaan dan osteosit yang terkubur tersebut dihubungkan oleh
anyaman ekstensif saluran-saluran halus berisi cairan-cairan, kanalikulus, yang
memungkinkan pertukaran bahan osteosit yang terperangkap tersebut dan
sirkulasi. Saluran halus ini mengandung juluran panjang halus dari osteosit dan
osteoblas yang berhubungan satu samalain, seolah olah sel sel tersebut saling
berpegangan tangan. Anyaman sel ini disebut membran tulang.
Pada
kondisi hipokalsemia kronik,PTH mempengaruhi pertukaran lambat antara tulang itu sendiri dan CES dengan
mendorong disolusi lokal tulang. Hormon melakukannya dengan merangsang
osteoklas untuk menelan tulang, meningkatkan pembentukan lebih banyak osteoklas
dan secara transien menghambat aktivitas osteobla. Tulang mengandung sedemikian
banyak dibandingkan dengan plasma
sehingga meskipun PTH mendorong peningkatan resorpsi tulang, tidak akan terlihat
efek nyata yag segera pada tulang karena proporsi tulang yang terkena amatlah
kecil. yang diambil dari tulang,
nantinya akan diendapkan kembali dalam tulag ketika konsentrasi dalam plasma
darah cukup. Namun, sekresi berlebihan PTH yag terus menerus akhirnya
menyebabkan terbentuknya rongga diseluruh tulang yang terisi oleh osteoklas
yang banyak. Ketka PTH mendorong larutnya ktrisal ditulang untuk mengambul kandungan nya, baik
maupun dibebaskan kedalam plasma.
Peningkatan plasma merupakan hal yang
tidak diinginkan, tetapi dapat diatasi dengan pengaruh PTH terhadap ginjal.
PTH bekerja pada ginjal
untuk menghemat dan mengeluarkan. PTH merangsang konservasi dan mendorong eliminasi oleh ginjal selama pembentuka urin. Dibawah
pengaruh PTH, ginjal dapat meningkatkan reabsorpsi yang terfiltrasi sehingga yang lolos ke
urin
lebih sedikit. Efek ini meningkatkan kadar plasma dan menurunkan
pengeluaran diurin. Sebaliknya, PTH
menurunkan reabsorpsi sehingga sekresi
diurin meningkat. Akibatnya, PTH menurunkan kadar bersamaan dengan meningkatnya kadar . Ini sangat penting untuk mencegah
pengendapan yang dibebaskan dari tulang
agar produk kalium fosfat konstan. Oleh karena itu PTH bekerja pada ginjal
untuk menurunkan reabsorpsi oleh tubulus
ginjal. Efek penting PTH pada ginjal lainnya adalah pengaktifan vitamin D oleh
ginjal untuk mencegah terjadinya difisiensi vitamin D.
Konsekuensi
utama defisiensi vitamin D adalah gangguan penyerapan diusus. PTH
mempertahankannya dengan mengorbankan tulang. Akibatnya matriks tulang
mengalami mineralisasi karena tidak tersedia garam-garam untuk diendapkan. Akibatnya tulang menjadi
lunak dan berubah bentuk yang dikenal sebagai rakhitis.
Secara
tidak langsung, PTH mendorong penyerapan dan
oleh usus halus dengan membantu mengaktifkan vitamin D. Vitamin ini sebaliknya
secara langsung meningkatkan penyerapan dan
diusus halus.
2.4
Efek Hormon Paratiroid
|
-
|
- |
- |
2.5 Gangguan
Fungsi Kelenjar Paratiroid
1.
Hiperparatiroidisme
Hiperparatiroidisme adalah suatu keadaan dimana
kelenjar-kelenjar paratiroid memproduksi lebih banyak hormon paratiroid dari
biasanya. Hiperparatiroidisme dapat menimbulkan berbagai gejala seperti tulang
menjadi rapuh, lemah, dan
berbentuk
abnormal. Selain itu, kadar ion kalsium yang berlebihan dalam darah dapat masuk
ke air seni dan mengendap bersama ion fosfat. Endapan ini dapat membentuk batu
ginjal sehingga menyumbat saluran air seni.
Jika
jumlah hormon paratiroid yang disekresi lebih banyak daripada yang dibutuhkan
maka ini disebut hiperparatiroidisme primer. Jika jumlah yang disekresi lebih
banyak karena kebutuhan dari tubuh maka keadaan ini disebut hiperparatiroidisme
sekunder.
a) Hiperparatiroidisme primer
Ø Berkurangnya
kalsium dalam tulang sehingga timbul fraktur spontan, sering nyari pada tulang,
tumor tulang. Bagian yang sering terkena adalah tulang panjang.
Ø Kelainan
traktus urinarius : defek (kegagalan) pada tubulus ginjal biasanya reversible
(bisa kembali), batu ginjal, kadang-kadang neprokalsinosis (deposisi kalsium
dalam nepron)
Ø Manifestasi
dari sistem saraf sentral (defresi, konfusi dan koma)
Ø Kelemahan
neuromuskular, tenaga otot berkurang, hipotonik (penurunan tonus) otot, fatigue
(hilang tenaga), dan kadang-kadang terjadi aritmia kardiak.
Ø Manifestasi
gastrointestinal : kurang nafsu makan, nausea, muntah (vomitus) dan konstipasi.
b) Hiperparatiroidisme sekunder
Pada
penyakit ini terdapat hiperplasia dan hiperfungsi kelenjar paratiroid yang
disebabkan : gagal ginjal kronik dan kurang efektifnya PTH pada beberapa
penyakit (defisiensi vitamin D dan kelainan gastrointestinal)
2.
Hipoparatiroidisme
Hipoparatiroidisme
adalah gabungan gejala dari produksi hormon paratiroid yang tidak adekuat.
Keadaan ini jarang sekali ditemukan dan umumnya sering disebabkan oleh
kerusakan atau pengangkatan kelenjar paratiroid pada saat operasi paratiroid
atau tiroid, dan yang lebih jarang lagi ialah tidak adanya kelenjar paratiroid
(secara kongenital). Kadang-kadang penyebab spesifik tidak dapat diketahui. Gejala-gejala
utama adalah reaksi-reaksi neuromuscular yang berlebihan yang disebabkan oleh
kalsium serum yang sangat rendah.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Secara
normal ada empat buah kelenjar paratiroid pada manusia, yang terletak tepat
dibelakang kelenjar tiroid, dua tertanam di kutub superior kelenjar tiroid dan
dua di kutub inferiornya.
Di
dalam melaksanakan kerjanya, kelenjar paratiroid diatur dan diawasi secara
langsung oleh kelenjar hipofisis. PTH adalah konsentrasi ion-ion kalsium yang
terdapat didalam cairan ekstraseluler. Produksi PTH akan meningkat apabila
kadar kalsium didalam plasma menurun.
Didalam keadaan fisiologis normal, kadar kalsium dalam plasma berada dalam
pengawasan hoemostatik dalam batas yang sangat sempit. Pengawasan ini
dipengaruhi oleh perubahan diet setiap hari dan pertukaran mineral antara
tulang dengan darah.
Kelenjar
paratiroid menghasilkan hormon paratiroid/parathormon (PTH) yang berfungsi
untuk mengatur konsentrasi ion kalsium dalam cairan ekstraseluler dengan cara
mengatur : absorpsi kalsium dari usus, ekskresi kalsium oleh ginjal, dan
pelepasan kalsium dari tulang.
Bila
kelenjar paratirod tidak berfungsi normal, maka akan menyebabkan terjadinya
beberapa penyakit yaitu :
·
Hiperparatiroidisme adalah suatu keadaan
dimana kelenjar-kelenjar paratiroid memproduksi lebih banyak hormon paratiroid
dari biasanya.
·
Hipoparatiroidisme adalah gabungan
gejala dari produksi hormon paratiroid yang tidak adekuat.
3.2
Saran
Dari
pembahasan diatas mungkin saja masih banyak kekurangan dalam penyampaian materi
maupun cara penyusunannya maka kami mengharapkan saran dari para pembaca
makalah ini dan semoga makalah ini bermanfaat.
Daftar
Pustaka
http://askepnurse14.blogspot.com/2014/05/makalah-kelenjar-paratiroid.html
http://myyunianggraini.blogspot.com/2016/05/kelenjar-paratiroid_22.html







0 komentar:
Posting Komentar