KATA
PENGANTAR
Alhamdulillahi robbil
‘alaamiin, segala puji dan syukur
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah Asuhan Kebidanan Kehamilan
“Perubahan anatomi sistem reproduksi dan adaptasi fisiologi pada ibu hamil
trimester I,II dan III ” tuk memenuhi salah satu tugas dalam mengikuti mata
kuliah Asuhan Kebidanan Kehamilan. Terima kasih yang tak
terhingga penulis sampaikan kepada berbagai pihak yang telah membantu penulis dalam
penyusunan rangkuman ini, baik bantuan
yang berupa bimbingan, semangat, dan penyampaian berbagai informasi sehingga tugas ini dapat
terselesaikan dengan baik. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari sempurna. Untuk itu segala kritik dan saran yang membangun
selalu penulis harapkan. Selanjutnya, penulis berharap makalah ini mampu memberikan manfaat kepada semua pihak.Terima
kasih.
Pekanbaru
10 september 2018
Windy Mayasari
i
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR
ISI............................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A.
Latar Belakang............................................................................................. 1
B.
Rumusan
Masalah................................................................................................. 2
C.
Tujuan................................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................... 3
A.
Uterus........................................................................................... 3
B.
Vagina
dan vulva.......................................................................... 4
C.
Ovarium....................................................................................... 5
D.
Serviks ......................................................................................... 5
BAB
III PENUTUP................................................................................................ 6
A.
Kesimpulan.................................................................................. 6
B.
Saran............................................................................................ 6
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................................... 7
ii
BAB I
PENDAHULUAN
Abstract
During
pregnancy, the pregnant mother undergoes significant anatomical and physiological
changes in order to nurture and accommodate the developing foetus. These
changes begin after conception and affect every organ system in the body.1 For most women experiencing an
uncomplicated pregnancy, these changes resolve after pregnancy with minimal
residual effects. It is important to understand the normal physiological
changes occurring in pregnancy as this will help differentiate from adaptations
that are abnormal.
(Cardiovasc J Afr. 2016 Mar-Apr; 27(2): 89–94)
Abstrak
Selama
kehamilan, ibu hamil mengalami perubahan anatomis dan fisiologis yang
signifikan untuk memelihara dan mengakomodasi janin yang sedang berkembang.
Perubahan ini dimulai setelah pembuahan dan mempengaruhi setiap sistem organ
dalam tubuh.1 Bagi kebanyakan wanita yang mengalami kehamilan tanpa komplikasi,
perubahan ini sembuh setelah kehamilan dengan efek residual minimal. Penting
untuk memahami perubahan fisiologis normal yang terjadi pada kehamilan karena
ini akan membantu membedakan dari adaptasi yang abnormal.
(Cardiovasc
J Afr. 2016 Mar-Apr; 27 (2): 89–94)
A. Latar Belakang
Proses
kehamilan sampai kelahiran merupakan rangkaian yang menjadi satu kesatuan.
Dalam menjalani proses kehamilan tersebut , ibu hamil mengalami
perubahan-perubahan anatomi pada tubuhnya sesuai dengan usia kehamilannya. Perubahan anatomi tersebut meliputi perubahan
sistem pencernaan, payudara, sistem perkemihan, sistem endokrin, sistem
kekebalan tubuh, sistem kardiovaskuler, metabolisme, sistem persyarafan serta
sistem reproduksi .
Pregnant
women undergo profound anatomical and physiological changes so that they can
cope with the increased physical and metabolic demands of their pregnancies.
The cardiovascular,
respiratory, haematological, renal, gastrointestinal and endocrine systems all
undergo important physiological alterations and adaptations needed to allow
development of the fetus and to allow the mother and fetus to survive the
demands of childbirth. Such alterations in anatomy and physiology may cause
difficulties in interpreting signs, symptoms, and biochemical investigations,
making the clinical assessment of
a pregnant woman inevitably confusing but challenging. Understanding these
changes is important for every practicing obstetrician, as the pathological
deviations from the normal physiological alterations may not be clear-cut until
an adverse outcome has resulted. Only with a sound knowledge of the physiology
and anatomy changes can the care of an obstetric parturient be safely optimized
for a better maternal and fetal outcome.
(Best practice and research
clinical obstetrics and gynaecology , vol 27,issue 6. Dec 2013, Pages 791-802)
Wanita hamil mengalami perubahan anatomis dan
fisiologis yang mendalam sehingga mereka dapat mengatasi peningkatan tuntutan
fisik dan metabolik dari kehamilan mereka. Sistem kardiovaskular, pernapasan,
hematologis, ginjal, gastrointestinal dan endokrin semuanya mengalami perubahan
fisiologis dan adaptasi penting yang diperlukan untuk memungkinkan perkembangan
janin dan untuk memungkinkan ibu dan janin untuk bertahan hidup dari tuntutan
persalinan. Perubahan anatomi dan fisiologi seperti itu dapat menyebabkan
kesulitan dalam menginterpretasikan tanda, gejala, dan penyelidikan biokimia,
membuat penilaian klinis seorang wanita hamil pasti membingungkan tetapi
menantang. Memahami perubahan ini penting untuk setiap dokter kandungan
berlatih, karena penyimpangan patologis dari perubahan fisiologis normal
mungkin tidak jelas sampai hasil yang merugikan telah dihasilkan. Hanya dengan
pengetahuan yang kuat tentang perubahan fisiologi dan anatomi, perawatan
seorang ibu hamil dapat dioptimalkan dengan aman untuk hasil ibu dan janin yang
lebih baik.
(Best practice and research
clinical obstetrics and gynaecology , vol 27,issue 6. Dec 2013, Pages 791-802)
B. Rumusan
Masalah
Apa saja
perubahan anatomi dan adaptasi fisiologis pada ibu hamil terutama pada sistem
reproduksi
C. Tujuan
Mengetahui perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada ibu
hamil terutama pada sistem reproduksi.
BAB
II
PEMBAHASAN
Perubahan
anatomi dan adaptasi fisiologi pada ibu hamil yang terutama pada sistem
reproduksi sebagian besar sudah terjadi setelah fertilisasi dan terus berlanjut
selama kehamilan. Kebanyakan perubahan ini merupakan respon terhadap janin.
Perubahan anatomi dan adaptasi fisiologis terjadi sesuai dengan usia kehamilan
mulai dari trimester I,II dan III kehamilan. Perubahan yang terjadi selama
kehamilan akan kembali seperti keadaan semula setelah proses persalinan dan
menyusui selesai.
Sistem
Reproduksi
A.Uterus
Uterus merupakan organ otot lunak
yang sangat unik yang mengalami perubahan cukup besar selama kehamilan. Selama
kehamilan, serat otot uterus menjadi meregang dan bertambah besar, atau biasa
disebut dengan istilah hyperplasia. Hal ini terjadi karena pengaruh dari
kinerja hormone dan tumbuh kembang janin pula.
During pregnancy, two
major adaptations occur in the uterine circulation to support the developing
fetus: 1) the spiral arteries are remodeled from tightly coiled,
tonically active vessels to wide-bore tubes that lack responsiveness to
maternal tonic signals and 2) the larger vessels (uterine, arcuate,
and radial arteries) dilate to increase the amount of blood supplying the
uterus
( Feeding Your Baby In Utero: How
the Uteroplacental Circulation Impacts Pregnancy
Joanna L. James
Lawrence W. Chamley and Alys R. Clark 12 APR 2017 https://doi.org/10.1152/physiol.00033.2016 )
Selama kehamilan, dua adaptasi
besar terjadi dalam sirkulasi uterus untuk mendukung janin yang sedang
berkembang: 1) arteri spiralis sedang diremodasi dari pembuluh yang
dikencangkan secara ketat, aktif secara tonik ke tabung lebar-bore yang tidak
responsif terhadap sinyal tonik ibu dan 2) pembuluh darah yang lebih besar (
arteri uterus, arkuata, dan radial) melebar untuk meningkatkan jumlah darah
yang memasok uterus
( Feeding Your Baby In Utero: How
the Uteroplacental Circulation Impacts Pregnancy
Joanna L. James
Lawrence W. Chamley and Alys R. Clark 12 APR 2017 https://doi.org/10.1152/physiol.00033.2016 )
Rahim yang semula berat 30 gram akan mengalami
hipertropi dan hiperplasia, sehingga menjadi berat 1000 gram saat akhir
kehamilan, otot rahim mengalami hiperplasia dan hipertropi menjadi lebih besar,
lunak dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin.
Pertumbuhan janin pada trimester I terjadi sebagai respon terhadap rangsangan
hormon yaitu hormon estrogen dan hormon progesteron.
Pembesaran uterus terjadi disebabkan
karena :
• Meningkatnya dilatasi pembuluh darah dan vaskularisasi
• Hiperplasia serabut-serabut otot dan jaringan fibroelastik
• Perkembangan dari decidua setelah bulan ketiga pembesaran uterus karena
pertumbuhan fetus.
Untuk menentukan tuanya kehamilan berdasarkan TFU, maka dipakai patokan sbb:
• Umur kehamilan 12 minggu, TFU 3 jari diatas simfisis
• Umur kehamilan 16 minggu, TFU pertengan simfisis dengan pusat
• Umur kehamilan 20 minggu, TFU 3 jari dibawah pusat
• Umur kehamilan 24 minggu, TFU setinggi pusat
• Umur kehamilan 28 minggu, TFU 3 jari diatas pusat
• Umur kehamilan 32 minggu, TFU pertengahan pusat dengan prosesus sifoidius
• Umur kehamilan 36 minggu, TFU 3 jari di bawah prosesus sifoideus
• Umur kehamilan 40 minggu, TFU pertengahan pusat dengan prosesus sifoideus
Perubahan bentuk uterus pada
trimester I seperti buah pir terbalik, trimester II berubah seperti bola, dan
trimester III berbentuk oval dan naik dari rongga pelvis kerongga abdomen.
b. Vagina dan Vulva
Vagina dan vulva mengalami perubahan akibat dari hormon estrogen. Adanya
hipervaskularisasi menyebabkan vagina dan vulva tampak lebih merah, agak
kebiru-biruan (livide). Tanda ini biasa disebut tanda Chadwick.
Pregnancy
confers remarkable changes in the vaginal wall that include increased
distensibility and decreased stiffness and maximal stress. Elastinopathy alone
is insufficient to cause significant changes in these properties, but prolapse
confers additional alterations in distensibility and stiffness that are similar
to those changes
(American Journal of Obstetrics and Gynecology
Volume 198, Issue 5, May 2008, Pages 590.e1-590.e6. Biomechanical properties of the vaginal wall: effect of
pregnancy, elastic fiber deficiency, and pelvic organ prolapse)
Kehamilan menganugerahkan
perubahan luar biasa pada dinding vagina yang mencakup peningkatan
distensibility dan penurunan kekakuan dan stres maksimal. Elastinopati saja
tidak cukup untuk menyebabkan perubahan signifikan pada sifat-sifat ini, tetapi
prolaps menganugerahkan perubahan tambahan dalam distensibility dan kekakuan
yang mirip dengan perubahan-perubahan tersebut.
(American Journal of Obstetrics and Gynecology
Volume 198, Issue 5, May 2008, Pages 590.e1-590.e6. Biomechanical properties of the vaginal wall: effect of
pregnancy, elastic fiber deficiency, and pelvic organ prolapse)
c. Ovarium
Sejak kehamilan 16 minggu fungsi ovarium diambil alih oleh placenta, terutama
fungsi memproduksi progesterone dan estrogen. Selama kehamilan ovarium tenang/
beristirahat. Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru, tidak
terjadi ovulasi, tidak terjadi siklus menstruasi.
d. Servik
Akibat peningkatan vaskular serta perubahan pada jaringan ikat dibawah pengaruh
estrogen, servik dalam kehamilan menjadi lunak. Terjadi sekresi kelenjar dan
lendir servik menjadi kental sehingga dapat berperan sebagai pelindung yang
meyumbat ostium uteri.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1.
Dapat di simpulkan dari pembahasan di atas mengenai
perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada ibu hamil trimester I,
II, II. Yaitu dimana mengalami perubahan pada system reproduksi.
2.
Pada uterus dimana akan mengalami
pembesaran dibawah pengaruh estrogen dan progesterone.
3.
Berat rahim pun akan
naik secara luar biasa dari 30 gram menjadi 1.000 gram pada akhir
bulan
4.
Vaskularisasi , arteri uterine dan
ovarika bertumbuh dalam diameter , panjang dan anak-anak cabangnya pembuluh
darah vena mengemban dan bertambah.
5.
Vagina dan vulva , oleh karena
pengaruh estrogen terjadi hipervaskularisasi pada vagina dan vulva,
sehingga bagian tersebut terlihat merah dan
kebiruan kondisi ini disebut tanda Chadwick.
B. SARAN
Sebaiknya ibu hamil bersiap dalam menghadapi perubahan anatomi dan
fisiologis terkait dengan kehamilannya. Selain itu juga, sebaiknya bidan
memberi konseling kepada ibu bahwa perubahan yang terjadi selama masa kehamilan
adalah hal yang lumrah dan hanya bersifat sementara.
DAFTAR PUSTAKA
D. Rahn , David , Matthew D.Ruff ,
Spencer A.Brown , Harry F.Tibals . 2008 . Biomechanical properties of the vaginal wall:
effect of pregnancy, elastic fiber deficiency, and pelvic organ prolapse . American Journal of Obstetrics and Gynecology
Kien Tan , Eng , Eng
LoyTan . 2013 . Best practice and research clinical
obstetrics and gynaecology
Soma , Priya , Pilay , Nelson – Piercy
Catherine , Heli Tolppanen , Alexander Mebazza . 2016 . Physiological changes
in pregnancy . Cardiovascular Journal of Africa
W. Chamley , Lawrence , Alys R. Clark .
2017 . Feeding
Your Baby In Utero: How the Uteroplacental Circulation Impacts Pregnancy







0 komentar:
Posting Komentar