BIOLOGI REPRODUKSI & MIKROBIOLOGI

Sabtu, 17 Oktober 2020

MAKALAH KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

 

MAKALAH KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa  atas curahan rahmat dan karunia-Nya, sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW beserta keluarga. Amin. Adapun makalah Kebutuhan Dasar Manusia ini bertujuan untuk memenuhi  tugas pada semester ganjil ini. Makalah ini berisi tentang tujuan dan manfaat pemeriksaan fisik. Sehingga, dengan makalah ini pembaca diharapkan dapat lebih memahami Materi tentang tujuan dan manfaat pemeriksaan fisik.
Dalam penyusunan makalah ini penyusun menyadari masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penyusun mengharap kritik dan saran untuk perbaikan dimasa mendatang.

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................................

BAB I  PENDAHULUAN.....................................................................................................

A.    Latar Belakang.............................................................................................................

B.     Rumusan Masalah........................................................................................................

C.     Tujuan...........................................................................................................................

D.    Manfaat Penulisan........................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN........................................................................................................

A.    Defenisi Dari Pemeriksaan Fisik..................................................................................

B.     Tujuan Pemeriksaan Fisik.............................................................................................

a.       Pengumpulan riwayat kes.................................................................................

b.      Pedoman dasar bagi pewawancara...................................................................

c.       Membuat dx dan rencana askep.......................................................................

d.      Penatalaksanaan masalah klien.........................................................................

e.       Mengevaluasi askep..........................................................................................

C.     Manfaat Pemeriksaan Fisik..........................................................................................

D.    Tujuan Pemeriksaan Fisik Pada Ibu Hamil...................................................................

BAB III PENUTUP

A.    Kesimpulan................................................................................................................

B.     Saran..........................................................................................................................


 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    LATAR BELAKANG

Pemeriksaan fisik merupakan langkah pertama dalam menangani pasien. Pasien apapun yang datang ke pusat kesehatan tentunya akan di lakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu. Pemeriksaan fisik tersebut dilakukan dengan berbagai cara dan dengan berbagai teknik.

Namun, tujuan pemeriksaan fisik kadang sering tidak dimengerti oleh pasien dan juga teaga kesehatan. Mereka melupakan tujuan pemeriksaan fisik dan tidak melakukan pemeriksaan fisik secara rutin.

Oleh karena itu, penulis menulis makalah ini yang akan membahas tentang tujuan pemeriksaan fisik dalam kesehatan.

 

B.     RUMUSAN MASALAH

 

1.      Apa tujuan Pemeriksaan Fisik

2.      Apa manfaat Pemeriksaan Fisik

3.      Apa tujuan Pemeriksaan Fisik Pada Ibu Hamil

C.     TUJUAN

 

1.      Mengetahui tujuan Pemeriksaan Fisik

2.      Mengetahui manfaat Pemeriksaan Fisik

3.      Mengetahui tujuan Pemeriksaan Fisik Pada Ibu Hamil

 

D.    MANFAAAT PENULISAN

Manfaat penulisan ini yaitu sebagai tugas mata kuliah Kebutuhan Dasar Manusia yang membahas tentang Tujuan Pemeriksaan Umur dan Tujuan Pemeriksaan pada ibu hamil.

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Definisi dari Pemeriksaan fisik

 


 

Pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan tubuh pasien secara keseluruhan atau hanyabagian tertentu yang dianggap perlu oleh tenaga kesehatan (dokter, perawat, bidan,dll) yang bersangkutan.

Pemeriksaan fisik adalah melakukan pemeriksaan fisik klien untuk menentukan      masalah kesehatan klien. Merupakan bagian dari pengkajian dalam proses keperawatan

 

B.     Tujuan pemeriksaan fisik

·                     Pengumpulan riwayat kes

·                     Pedoman dasar bagi pewawancara

·                     Membuat dx dan rencana askep

·                     Penatalaksanaan masalah klien

·                     Mengevaluasi askep

 

a.       Pengumpulan riwayat kesehatan

·                     Tujuan utama interaksi perawat-klien menemukan apa yang menjadi pusat kekhawatiran klien dan untuk membantu menemukan solusi.

·                     Mengumpulkan data dasar tentang  kesehatan klien.

·                     Menambah, mengkonfirmasi atau menyangkal data yg diperoleh dalam riwayat keperawatan

 

 

b.      Pedoman Dasar Bagi Pewawancara

·                         Mengurangi ansietas

·                         Mendorong berkomunikas

·                         Mempertahankan fleksibilitas

·                         Menunjukkan empati

·                         Kesadaran pribadi

·                         Komunikasi nonverbal

·                         Tingkat pemahaman

·                         Pertimbangan kultural

·                         Penyimpulan wawancara

 

 

c.       Membuat dx dan rencana askep

·                         Riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik yg lengkap dan akurat dasar utk membuat dx kep.

·                         Berdasarkan analisa kritis dari perawat thd riwayat kes dan pem fisik awal (data dasar : normal dan abnormal).

·                         Hasil Pemeriksaan fisik membantu menentukan etiologi dx, shg perwt bisa memilih          jenis intervensi yg tepat utk rencana askep.

 

d.      Penatalaksanaan masalah klien

Selama intervensi keperawatan dilakukan untuk mangatasi masalah klien, perawat terus-menerus mengkaji fisik klien sehingga bisa menyesuaikan tindakan yang dilakukan, dan merevisi rencana askep serta membuat keputusan baru perlu perawat mempunyai keteranga  pengkajian fisik/pemeriksaan fisik.

 

e.       Mengevaluasi askep

·                     Pemeriksaan fisik yg dilakukan perawt memberikan ukuran yg akurat, terperinci dan objektif

·                     Menentukan tercapai tidaknya askep yg direncanakan

·                     Menentukan keefektifan askep tsb.

C.    Manfaat Pemeriksaan Fisik

a.       Sebagai data untuk membantu perawat dalam menegakkan diagnose keperawatan.

b.      Mengetahui masalah kesehatan yang di alami klien.

c.       Sebagai dasar untuk memilih intervensi keperawatan yang tepat.

d.      Sebagai data untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan.

 

 

 

D.    Tujuan Pemeriksaan Fisik Pada Ibu Hamil

Pemeriksaan fisik pada ibu hamil selain bertujuan untuk mengetahui kesehatan ibu dan janin saat ini, juga bertujuan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada pemeriksaan berikutnya. Penentuan apakah sang ibu sedang hamil atau tidak sangat diperlukan saat ibu pertama kali berkunjung ke petugas kesehatan. Jika hasil pemeriksaan pada kunjungan pertama sang ibu dinyatakan hamil, maka langkah selanjutnya perlu ditentukan berapa usia kehamilannya.

Setiap pemeriksaan kehamilan adalah dengan melihat dan meraba petugas akan mengetahui apakah ibu sehat, janin tumbuh dengan baik, tinggi fundus uteri sesuai dengan umur kahamilan atau tidak, serta di mana letak janin.

 

 


 

BAB III

PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

 

Secara umum, pemeriksaan fisik yang dilakukan bertujuan untuk mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien, untuk menambah, mengkonfirmasi, atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat  keperawatan, untuk mengkonfirmasi dan mengidentifikasi diagnosa keperawatan, untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan  penatalaksanaan.

Untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan.Pemeriksaan fisik pada ibu hamil selain bertujuan untuk mengetahui kesehatan ibu dan janin saat ini, juga bertujuan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada pemeriksaan berikutnya. Penentuan apakah sang ibu sedang hamil atau tidak sangat diperlukan saat ibu pertama kali berkunjung ke petugas kesehatan. Jika hasil pemeriksaan pada kunjungan pertama sang ibu dinyatakan hamil, maka langkah selanjutnya perlu ditentukan berapa usia kehamilannya.

B.     Saran

 

Penulis sadar dalam penulisan makalah ini, penulis tidak luput dari salah. Maka dari itu, penulis berharap pemeriksaan yang di lakukan baik secara fisik umu maupun pemeriksaan fisik pada ibu hamil dapat di lakukan dengan baik dan benar sesuai dengan tujuan yang di harapkan

 

KIE DALAM PELAYANAN KB DAN KONSELING DALAM PELAYANAN KB

 

KIE DALAM PELAYANAN KB

DAN KONSELING DALAM PELAYANAN KB

Resume

A.    Defenisi KIE

  • Komunikasi adalah penyampaian pesan secara langsung/tidak langsung melalui saluran komunikasi kpd penerima pesan u/ mendapatkan efek.
  • Komunikasi kesehatan  adalah usaha sistematis untuk mempengaruhi perilaku positif di masyarakat, dengan menggunakan prinsip dan metode komunikasi baik menggunakan komunikasi pribadi maupun komunikasi massa
  • Informasi adalah keterangan, gagasan maupun kenyataan yang perlu diketahui masyarakat (pesan yang disampaikan)
  • Edukasi adalah proses perubahan perilaku ke arah yang positif.

B.     Tujuan KIE

·         Umum: Masyarakat dapat menjadikan KB sebagai pola kehidupannya

·         Mendorong terjadinya proses perubahan perilaku ke arah yang positif, peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik masyarakat (klien) secara wajar sehingga masyarakat melaksanakannya secara mantap sebagai perilaku yang sehat dan bertanggung jawab

·         Meningkatkan pengetahuan,sikap dan praktek KB sehingga peserta baru bertambah

·         Membina kelestarian peserta KB

·         Meletakkan dasar bagi mekanisme sosio cultural yang dapat menjamin berlangsungnya proses penerimaan

 

C.     Kegiatan KIE

  • KIE perorangan          : Suatu proses KIE timbul secara langsung antara petugas KIE dengan
  • individu sasaran program KB
  • KIE kelompok            :Suatu proses KIE timbul secara langsung antara petugas KIE dengan kelompok (2- 15 orang)
  • KIE massa       : Suatu proses KIE tentang program KB yang dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat dalam jumlah besar

D.       MACAM-MACAM CARA DALAM MENJALANKAN PENERANGAN DAN MOTIVASI

·         Wawancara           :

1.      Tanya jawab,

2.      Tujuan,

3.      Dua pihak (interviewer, Interviewe),

4.      Seluruh percakapan dikendalikan oleh interviewer

Persiapan wawancara

1.      Tentukan tujuan

Memperoleh keterangan

• Membujuk atau memerintah  secara halus  

• Untuk mendidik menolong orang lain utk menolong dirinya sendiri

• Gabungan

2.      Pesan yang akan disampaikan ttg KB

3.      Waktu

4.      Beritahu maksud

5.      Persiapan alat peraga

6.      Siapkan hal2 yang bakan ditanyakan/disampaikan

7.      Bawa buku catatan Pelajari keadaan keluarga (latar belakng)      

 

·         Ceramah-Diskusi   :  

1.      Menerangkan/menjelaskan Lisan,

2.      Tanya jawab ,

3.      Sekelompok orang,

4.      Dibantu oleh alat peraga

Persiapan ceramah

1.      Tentukan maksud dan tujuan

2.      Sekedar menyampaikan ide

3.      Memecahkan persoalan

4.      Tentukan siapa yang akan mendengarkan ceramah

5.      Tentukan materi

6.      Persiapan alat

7.      Persiapan tempat (memenuhi syarat) …

8.      Siapkan bahan bacaan yang dapat dibagikan

·         Demonstrasi          :

1.      Penyajian disertai penjelasan,

2.      Alat peraga,

3.      Tanya jawab

1.      Yakinkan bahwa anda sendiri telah memahami

v  Maksud demonstrasi

v  Wakru yang tersedia

v  Latar belakang kelompok yang akan dihadapi

 

2.      Persiapan alat

3.      Pergunakan alat-alat yang menarik

4.      Memahami bahwa tujuan demonstrasi adalah agar kelompok mengerti dan menguasai ide atau prosedur yang dijelaskan

·         Pemeran                :

1.      Koleksi/kumpulan bahan bahan /material tentang KB,

2.      Menarik

3.      Berupa publikasi (bahan bacaan),Grafik,Foto foto Diagram

 

E.     Pengertian konseling KB

Konseling adalah tindak lanjut dari kegiatan KIE.dalam pelayanan KB dan kesehatan reproduksi, konseling merupakan proses yang sangat penting. Melalui konseling petugas membantu klien dalam memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang akan digunakannya dan sesuai dengan keinginannya.

 

F.      Tujuan konseling KB

·         Memahani diri secara baik

·         Mengarahkan perkembangan diri sesuai dengan potensinya

·         Informasi yang benar, diskusi bebas dengan cara mendengarkan, berbicara dan komunikasi non-verbal meningkatkan penerimaan informasi mengenai KB oleh klien

·         Lebih realitis dalam melihat diri dan mas yang dihadapai, shg :

1.      Mampu memecahkan masalah

2.      Memiliki taraf aktualisasi diri sesuai dengan potensi yang dimiliki

3.      Terhindar dari gejala-gejala kecemasan

4.      Memperoleh dan merasakan kebahagiaan.

G.    Jenis/komponen konseling KB

Ø  Konseling awal

1.      Bertujuan menentukan metode apa yg diambil

2.      Bila dilakukan dengan objektif langkah ini akan membantu klien untuk memilih jenis KB yang cocok untuknya

3.      Yang perlu diperhatikan dalam langkah ini :

§  Menanyakan langkah yg disukai klien

§  Apa yg diketahui tentang cara kerjanya,kelebihan dan kekurangannya

Ø  Konseling khusus

1.      Memberi kesempatan klien untuk bertanya ttg cara KB dan membicarakan pengalamannya

2.      Mendapatkan informasi lebih rinci tentang KB yg diinginkannya

3.      Mendapatkan bantuan untuk memilih metoda KB yang cocok dan mendapatkan penerangan lebih jauh tentang penggunaannya

Ø  Konseling tindak lanjut

1.      Konseling lebih bervariasi dari konseling awal

2.      Pemberi pelayanan harus dapat membedakan masalah yg serius yang memerlukan rujukan dan masalah yang ringan yang dapat diatasi di tempat

 

H.    Langkah langkah konseling KB

a.       GATHER

G : Greet Berikan salam, kenalkan diri dan buka komunikasi

A : Ask Tanya keluhan/kebutuhan pasien dan menilai apakah keluhan/ kebutuhan sesuai dengan kondisi yang dihadapi?

T : Tell Beritahukan persoalan pokok yg dihadapi pasien dari hasil tukar informasi dan carikan upaya penyelesaiannya

H : Help Bantu klien memahami & menyelesaikan masalahnya

E : Explain Jelaskan cara terpilih telah dianjurkan dan hasil yang diharapkan mungkin dapat segera terlihat/diobservasi

R : Refer/Return visit Rujuk bila fasilitas ini tidak dapat memberikan pelayanan yang sesuai (buat jadwal kunjungan ulang)

b.      SATUTUJU

Langkah SATUTUJU ini ‘tidak perlu’ dilakukan berurutan karena menyesuaikan dengan kebutuhan klien.

SA : Sapa dan salam

T : Tanya

U : Uraiakan

TU : Bantu

J : Jelaskan

U : Kunjungan Ulang

 

I.       Macam macam konseling KB

Ø  Konseling krisis

            Kriteria :

1.      Jika masalah mengancam   kelangsungan hidup

2.      Ada stigma sosial

3.      Inti     memahami perasaan klien

4.      Membantu klien menerima kenyataan

5.      Membangkitkan rasa PD

Ø  Konseling pemecahan masalah

Kriteria :

1.      Konselor membantu klien memahami              duduk permasalahan

2.      Membantu klien membuka cara fikir                klien dalam memandangpermasalahan

Ø  Konseling pengambilan keputusan

Kriteria :

1.      Membantu klien mengambil keputusan

2.      Memberikan alternatif pilihan

3.      Membantu klien memahami                             konsekuensi +/-

 

J.       Teknik konseling KB

Ø  Suportif                      : memberikan dukungan pada peserta/calon, dengan  menenangkan&menumbuhkan kepercayaan bhw dirinya punya kemampuan u/ memecahkan masalahnya 

Ø  Kataris                                   : memberikan kesempatan pada klien u/  mengungkapkan&menyalurkan semua ‘uneg-uneg’ u/ menimbulkan rasa lega

Ø  Refleksi&Kesimpulan           : atas komunikasi yg telah dilakukan  (ucapan, perasaan)

Ø  Memberi semua informasi yg diperlukan u/ membantu klien membuat keputusan

 

K.    PELAYANAN KONTRASEPSI

Ø  Tujuan umum  : Pemberian dukungan dan pemantapan penerimaan gagasan KB       NKKBS

Ø  Tujuan khusus : Angka kelahiran menurun

 

L.     Tiga fase untuk mencapai sasaran

Ø  Fase menunda/mencegah kehamilan

1.      PUS muda

2.      Alasan:

·          Kespro

·          Prioritas kontrasepsi       pil oral

·          Kondom kurang menguntungkan       frek.   Coitus        kegagalan

·         IUD mini -> dianjurkan (kontra indikasi pil oral)

 

Ø  Fase menjarangkan kehamilan

1.      Umur 20-30/35 tahun

2.      Spasing        2-4 tahun

3.      Alasan :

·          Usia terbaik hamil dan melahirkan

·         Dianjurkan setelah anak I   

·         Kegagalan yang menyebabkan kehamilan                           kurang/tidak bebahaya

 

Ø  Fase menghentikan/mengakhiri kehamilan

1.      Diatas 30/35 tahun

2.      Alasan :

-          Alasan medis dan lainnya

-          Pilihan utama -> kontap

-          Pil oral -> kurang dianjurkan     

 

TUGAS ROLEPLAY TENTANG PEMASANGAN ALAT KONTRASEPSI AKDR

Kelompok 8

1.      Fella sartika sebagai bidan

2.      Maria mirdatul fadillah sebagai suami

3.      Olyvia tifanny syafitri sebagai istri

Kasus

Seorang istri datang ke BPM  bersama suami  untuk melakukan konseling kepada bidan mengenai kontrasepsi KB yang akan dipakai dalam jangka panjang dikarenakan pasangan ini sudah memiliki 4 orang anak. Sebelumnya ia sudah pernah menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan tetapi merasa tidak nyaman karena mengalami ketidak lancaran haid. Istri ingin mengganti alat kontrasepsi yang dipakainya saat ini dan menanyakan kepada bidan mengenai kontrasepsi apa yang cocok untuk tubuh nya. Dan ibu memilih menggunakan AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim).

Role Play

Suatu hari pasangan suami istri datang ke BPM untuk berkonsultasi mengenai alat kontrasepsi yang di pakainya saat ini dan istri mengeluh bahwa dia mengalami ketidak lancaran haid. Istri berencana ingin mengganti alat kontrasepsinya yang dipakai saat ini.

Suami              : assalamualaikum

Bidan              : waalaikumsalam pak bu, silahkan duduk. Ada yang bisa saya bantu bu?

Istri                  : begini bu bidan, akhir-akhir ini saya sering mengeluh karena haid saya tidak lancar.

Bidan              : sebelumnya apakah ibu memakai alat kontrasepsi?

Istri                  : iya saya menggunakan suntik kb 3 bulan bu.

Bidan              : oh itu hal yang terjadi memang efek samping dari penggunaan suntik kb 3 bulan

Istri                  : oh begitu ya bu, saya berencana ingin mengganti kontrasepsi yang saya pakai

Bidan              : oya kalau boleh tau sekarang sudah mempunyai anak berapa?

Suami              : sudah punya 4 orang anak bu bidan dan berencana untuk tidak memiliki anak dalam jangka panjang bu, istri saya juga umurnya sudah 37 tahun bu

Bidan              : oh seperti itu, memang beresiko jika ibu memiliki anak lagi diusia diatas 35 tahun bu. Dan ada beberapa macam kontrasepsi diantaranya pil kb, implant, dan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim).

Istri                  : iya bu, jadi apa saja keuntungan dan kerugian dari masing-masing alat kontrasepsi itu ?

Bidan              : jadi begini bu untuk KB implant ada beberapa jenis diantaranya ada 2 batang, 3 batang dan 6 batang. Kemudian implant 2 dan 3 batang itu waktu keefektivitasannya hanya 3 bulan, sedangkan pada 6 batang mampu bertahan sampai 5 bulan. Keuntungannya mampu mengembalikan kesuburan ibu secara sempurna setelah pengangkatan dan tidak menaikkan tekanan darah ibu. Sedangkan kekurangannya kadang akseptor mengeluh sakit kepala, gelisah, juga dapat terjadi peningkatan atau penurunan berat badan bu. Sampai disini paham bu?

Istri                  : paham bu

Bidan              : kemudian pada pil KB dapat diminum secara praktis namun,kadang kita lupa untuk meminumnya. Kemudian kelebihannya bisa digunakan oleh segala usia produktif namun apabila lupa meminumnya kemungkinan kehamilan akan terjadi. Nah yang terakhir yaitu AKDR atau IUD  jenis ini cocok untuk mencegah kehamilam dalam jangka panjang yaitu 10 tahun untuk jenis copper T tidak mengandung efek hormonal dan ibu tidak perlu khawatir akan faktor lupa dan dapat diangkat kapan saja ibu mau.Kemudian kekurangannya yaitu terjadi pendarahan pada awal pemasangan serta haid akan menjadi lebih lama dan banyak.

Istri                  : oh begitu ya bu,saya sudah mengerti, saya ingin bertanya bagaimana cara pemasangan KB IUD tersebut bu ?

Bidan              : Caranya dengan memasukkan IUD kedalam rahim ibu, dilakukan pada keadaan setelah ibu haid, agar mengurangi rasa nyeri. Pemasangan menggunakan speculum .

 

Istri                  : oh begitu bu, sepertinya saya akan memilih KB IUD bu,karna dapat digunakan dalam jangka panjang bu, bagaimana yah? bolehkan yah ?

Suami              : iya boleh bu, sepertinya itu pilihan yang tepat dan terbaik

Bidan              : iya bu itu pilihan yang sangat tepat, kalau keputusan ibu dan suami sudah mantap silahkan datang kesini untuk melakukan pemasangan IUD nya.

Istri                  : untuk pemasangannya mungkin besok bu,apakah bisa?

Bidan              : bisa bu, karena lebih cepat lebih baik

Istri                  : baik bu, terimakasih ya bu atas penjelasannya ini sangat bermanfaat. Saya permisi pulang dulu ya bu

Suami              : terimakasih ya bu, kami permisi pulang bu

Bidan              : iya sama sama bapak ibu